Tantangan bagi siapapun yang ingin memuliakan hidupnya adalah membuat keputusan untuk berani mengambil jalan mendaki. Karena memang tempat yang mulia itu berada di atas (ma’aarij) lagi penuh rintangan. Saat kita mendaki tempat itu banyak diantara teman mengatakan “Ah tidak mungkin..! Lihatlah tempatnya yang sangat tinggi dan jalannya yang terjal lagi sulit!”. Lalu kita memilih untuk tetap melangkah atau turun kembali?Jalan kebaikan pasti mulia, walaupun nampak “sepertinya” hina dan menyengsarakan. Itulah makna ujian bagi kita untuk membayar kemuliaan yang akan kita capai. Bukankah Tuhan menyukai kebaikan? Maka tetaplah berjalan, karena pertolongan Tuhan pasti ada! Jika tidak mampu, maka mukjizat akan diberikan Tuhan bagi siapapun yang percaya kepadaNya.
Telah jelas bagi kita kisah perjalanan orang-orang mulia di masa lalu. Mereka tidak membatasi kemampuan dirinya karena Tuhan pasti akan memberikan pertolongan melalui orang-orang yang percaya akan masa depan yang lebih baik. Apakah semua diantara mereka bisa bertahan? TIDAK! Banyak juga diantara mereka yang ragu, kecewa, dan memandang amal yang sia-sia. Lalu mereka kembali ke belakang karena tidak mau dikatakan GILA oleh teman dan kerabatnya. Lalu apakah teman dan kerabatnya yang membuat ia berpaling akan memberikan kebaikan untuk masa depannya? Kelak mereka yang berpaling akan mengatakan “Aduhai celaka aku, mengapa aku dahulu berbuat demikian?”.
Bukankah telah dinyatakan Tuhan dalam kitabNya, bahwa orang-orang yang menentang tidak akan tinggal diam dan membiarkan kita meraih kebahagiaan? Mereka akan berupaya sekuat tenaga untuk menghalangi dengan mulut dan tindakan mereka.
Jika demikian, telah jelas pula bagi kita untuk berbuat sekuat tenaga kita untuk tetap melangkah menuju tempat kemuliaan yang mendaki lagi berat. Jika habis tenaga kita maka percayalah Tuhan akan memberikan pertolonganNya bagi mereka yang berani dan bersungguh-sungguh. Bukankah pertolonganNya akan diberikan kepada mereka yang menyatakan “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami berserah diri kepadaMu. Inilah yang dapat kami lakukan, maka berilah pertolongan kepada apa yang tidak bisa kami lakukan.”
Lautan terbelah saat Musa tidak menemukan lagi jalan keluar. Itulah pertolongan Tuhan bagi siapa saja yang percaya bahwa jalan kebaikan pasti ada, sekalipun mendaki dan semakin berat!
Jika kita percaya bahwa Tuhan masih ada saat ini, maka mukjizat dan pertolonganNya akan selalu ada bagi orang-orang yang mau merubah hidupnya menjadi lebih baik. Tetap semangat..gapai masa depan!
By: Bang HAQ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar